Pusat Layanan Internet Kecamatan

Pernah dengar PLIK? Sesuai dengan judul, itulah PLIK. Penulis juga baru dalam minggu ini tahu tentang PLIK, setelah dimintai bantuan salah satu ‘mantan’ siswa yang sekarang menjadi pengelola PLIK di salah satu kecamatan di Hulu Sungai Tengah.
Bermula dari tidak bisa loginnya komputer klien ke server, maka dia akhirnya mencari dan meminta bantuan penulis. Dia mengatakan, kasus tersebut terjadi setelah memindahkan semua komputer dari ruangan tamu di rumahnya ke ruangan khusus yang baru selesai di buat.
Penulis pun membuat janji dengannya untuk datang memeriksa masalah (sekalian penasaran juga, bagaimana sih rupanya internet di kecamatan yang menggunakan akses VSAT itu?). Pada waktu yang telah dijanjikan, penulis mulai menyalakan pc server. Disuguhi sistem operasi Lenny (Debian 5) dengan banyak aplikasi tambahan, salah satunya adalah PLIK Management (sebelumnya mengira itu cuman billing warnet biasa, hehehe). Sedangkan pada pc klien, terinstal Jaunty Jackalope (ubuntu 9.04) yang login menggunakan sistem LDAP (perkiraan saja sih), sehingga hanya bisa login melalui user yang telah dibikin di server.
Setelah diteliti, analisa sementara adalah, komputer klien tidak terhubung ke server, sehingga dilakukan pengecekan terhadap tali-tali utp yang digunakan. Pemeriksaan akhirnya memunculkan kesimpulan setelah melihat lan card di pc server yang menghubungkan pc server dengan pc klien hanya menyalakan satu lampu, padahal lan card satunya yang menghubungkan pc server dengan modem satelit menyala keduanya.
Dicoba menggunakan kabel cross langsung terhubung dengan laptop penulis, juga tidak menunjukkan adanya tanda-tanda terhubung. Karena disediakan dvd recovery, maka dicoba menginstal ulang pc server, dengan harapan lan card tersebut tidak lagi bermasalah.
Proses instalasi ternyata memakan waktu yang cukup lama. Setelah selesai diinstal kembali, maka coba diatur kembali supaya seperti semula. Ternyata lan card yang menghubungkan pc server dan pc klien tetap bermasalah, sehingga solusi terakhir adalah menambahkan lan card sebagai pengganti lan card onboard yang rusak.
Penulis pun pulang dahulu dan berjanji akan datang lagi dengan membawakan (baca=membelikan) lan card untuk dipasang pada pc server. Hari itu, kasus tidak bisa diselesaikan, tetapi masalah telah terdeteksi dan solusi sudah diketahui.
Di hari yang dijanjikan, penulis langsung membongkar pc server untuk memasang lan card tambahan. Ternyata pc server itu dilengkapi 2 buah prosesor, tapi sayang, sistem pendingin prosesor sangat minim, tapi sirkulasi udaranya memang lebih bagus dari pc-pc biasa.
Selesai memasang lan card, penulis menghidupkan pc dan masuk ke dalam BIOS untuk menonaktifkan lan card onboard yang bermasalah.
Setelah masuk ke desktop Lenny, ternyata masalah belum selesai, user operator sebagai user standar, tidak bisa berlaku sebagai user sudoer (padahal sebelum dilakukan penyetingan awal, setelah instalasi, user operator masih terdaftar sebagai user sudoer). Jadi pengubahan pengaturan pada file interfaces dilakukan melalui live usb lucid yang (sering) penulis bawa.
Setelah masuk kembali ke Lenny, klien tetap tidak bisa tersambung ke server, tetapi lampu indikator di switch untuk lan card baru, sudah menyala. Saatnya memeriksa kembali, ternyata dhcp server pada server tidak menyala. Beberapa kali dicoba nyalakan, tetap memunculkan pesan fail. (user operator tetap bisa menyalakan atau mematikan beberapa server yang berjalan, meski bukan lagi sebagai user sudoer).
Jalan satu-satunya adalah melakukan pengaturan manual pada pc klien (untunglah menu recovery pada grub tidak dihilangkan). Satu persatu pc klien diatur manual file interfaces-nya. (untuk ip address, hanya bisa menggunakan ip yang sudah dialokasikan pada pengaturan dhcp server pada pc server, kalau bukan, maka tidak bisa konek ke server untuk login).
Setelah dilakukan ujicoba pada ke-5 pc klien, Alhamdulillah semua pc bisa login dengan mulus dan internet pun bisa kembali dinikmati oleh masyarakat sekitar.
Itulah sekilas masalah pada PLIK, untuk masalah selanjutnya (karena masih ada beberapa pertanyaan dari pengelola PLIK) Insya Allah akan dimuat pada artikel yang lain.
Catatan:
Penulis bukanlah pengelola PLIK atau orang yang tahu tentang proyek PLIK. Berkenalan dengan PLIK karena adanya kasus di atas. Berkenalan lebih jauh dengan PLIK karena ada pertanyaan dari pengelola PLIK, apakah bisa nomor voucher dibikin sendiri, sehingga mencari informasi tentang PLIK melalui google dan ketemu berbagai informasi tentang PLIK, sedangkan informasi yang diinginkan sampai tulisan ini dibuat, belum ditemukan.

One Response

  1. rinaevi 23 Januari 2011

Tinggalkan Balasan